Foto: Diyah
Yogyakarta, Kliring.com - Badan Penerbitan Pers Mahasiswa (BPPM) Kliring Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) sukses menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Jurnalistik (LDKJ) yang dilaksanakan pada Minggu (08/03/2026) dari pukul 15.00 hingga 18.00 WIB di Gedung Rektorat, Lantai 5, Ruang Rapat Rektorat Sisi Timur. LDKJ merupakan program kerja rutin Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) BPPM Kliring yang dilaksanakan setelah open recruitment anggota baru. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Tajam dalam Fakta, Tegas dalam Sikap”.
Tema tersebut dipilih untuk menegaskan bahwa di era informasi yang serba cepat ini, seorang jurnalis harus memiliki ketajaman dalam menganalisis dan membedah kebenaran sebuah isu, serta keberanian untuk bersikap konsisten membela fakta tersebut. Sikap yang tegas menjadi pondasi dalam menyampaikan fakta yang akurat. LDKJ ini diselenggarakan dengan harapan dapat mengembangkan keterampilan, pemahaman, serta jiwa kepemimpinan peserta dalam menjalankan peran mereka sebagai pers mahasiswa yang bertanggung jawab.
Foto: Diyah
Kegiatan ini dihadiri oleh 36 peserta, yang terdiri dari 34 peserta dan 2 pembicara. Kedua pembicara merupakan demisioner dari BPPM Kliring sendiri, yaitu Zulfa Meutiya yang membawakan materi ‘Kepemimpinan’ dan Shela Ananta yang membawakan materi ‘Jurnalistik di Era Digital’. Zulfa memaparkan bahwa kepemimpinan yang efektif dibangun di atas empat pilar: kepercayaan, tindakan nyata, tanggung jawab, dan komunikasi yang jelas. Ia juga menjelaskan empat model kepemimpinan, yaitu otoriter, demokratis, transformasional, dan laissez-faire. Selain itu, Zulfa juga menambahkan pentingnya pendekatan 4P (Perception, Process, People, Projection) dalam mencapai tujuan bersama, dengan menekankan bahwa memimpin diri sendiri adalah fondasi sebelum memimpin orang lain.
Sementara itu, Shela menyoroti tantangan jurnalis di era digital yang didominasi algoritma provokatif, serta pentingnya berpegang pada kode etik jurnalistik, verifikasi fakta, dan integritas. Shela juga menjelaskan tentang gaya wawancara jurnalis, tahapan wawancara yang sistematis, serta strategi menjaga kredibilitas seperti memfilter informasi, menghindari ruang gema (echo chamber), dan berani mengoreksi kesalahan demi mempertahankan kebenaran faktual.
Penulis: Siti Aisyah
Editor: Hanan Dharmadhyaksa


Posting Komentar