Optimalisasi Perekonomian Kabupaten Bantul Melalui Desa Wisata


Kuliah lapangan yang dilaksanakan Selasa (21/07) oleh mahasiswa Ekonomi Pembangunan dengan tema  “Dampak Infrastuktur Bandara Terhadap Perekonomian Bantul”. Menurut Kepala Bapedda Bantul Isa Budihartono adanya bandara New Yogyakarta International Airport tidak hanya berdampak pada wilayah berdirinya namun juga berdampak pada wilayah penyangganya, seperti kabupaten Bantul. Hal ini menjadi peluang untuk mengembangkan perekonomian dari kabupaten Bantul termasuk sarana prasarana dan kreativitas bisnis.
Saat ini, kabupaten Bantul sedang berupaya untuk membangun destinasi wisata super prioritas yakni pembangunan pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan dengan berkolaborasi antar kementrian, koordinasi dengan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan P3TP. 
Terdapat beberapa rencana yang akan dilaksanakan di daerah kabupaten Bantul. Pertama, program secara nasional P3TP yakni terkait dengan akses jalan yang dilakukan dengan mempercantik akses jalan di Bantul hingga menjadi jalan nasional. Kedua, mengintegrasikan ekonomi pusat dengan pariwisata berbasis produk lokal, kerajinan tangan, kuliner hingga pertanian yang dikemas menjadi desa wisata merupakan strategi untuk meningkatkan perekonomian. 
Selain itu tempat-tempat yang menjadi desa wisata tersebut juga akan meningkatkan layanan internasional guna membentuk rasa nyaman wisatawan. Hal tersebut juga mempermudah investasi kepada swasta dan tetap berbasis kepada pariwisata. Rencananya program akan direalisasikan pada tahun 2021. Harapannya menginjak tahun 2022 sudah dapat membentuk lembaga pengelolaan terkait desa wisata. (Wiwit S)

Editor : Fathony Dharmawan 
Optimalisasi Perekonomian Kabupaten Bantul Melalui Desa Wisata Optimalisasi Perekonomian Kabupaten Bantul Melalui Desa Wisata Reviewed by Admin on Juli 27, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.