Matinya Demokrasi, Keluarga Mahasiswa UPNVYK Melakukan Aksi Tabur Bunga

 

Foto: Tim BPPM Kliring


Yogyakarta, Kliring.com - Rabu (24/06/2026), Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVYK) melakukan pernyataan sikap di depan monumen patung Peta Indonesia di UPNVYK. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas keresahan-keresahan yang terjadi beberapa waktu kebelakang. Salah satu pernyataan yang dilayangkan adalah ketidaksetujuannya pembukaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan kampus.


Aksi ini dimulai pukul 17.00 WIB dengan dibuka oleh pernyataan sikap, dilanjut dengan pembacaan doa yang diwakilkan oleh salah satu anggota KM UPNVYK, dan ditutup dengan aksi tabur bunga di sekeliling Patung Peta Indonesia UPNVYK.


Tema yang diangkat dari pernyataan sikap Rabu (24/06/2026) kemarin, “Matinya Demokrasi: Lahirnya Kebijakan Tanpa Partisipatif Masyarakat”. Tema tersebut diangkat sebagai bentuk kemarahan dan kepedulian kolektif terhadap kondisi di Indonesia yang semakin hari semakin ‘mengkhawatirkan’. Menurut Karni, yang merupakan salah seorang anggota KM, kebijakan pemerintah yang menjadi pemantik adanya aksi ini adalah seperti Program MBG maupun Program Koperasi Desa Merah Putih yang sangat memberatkan Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (APBN).


Menurut Karni, KM UPNVYK sendiri memiliki kemarahan dan keinginan untuk turun ke jalan melakukan aksi demo, tetapi karena mempertimbangkan kondisi sekarang dimana banyak mahasiswa sudah mulai pulang ke kampung halamannya, pada akhirnya, KM UPNVYK memilih untuk melakukan aksi tabur bunga. “Maka dari itu kami rasa jika kita melakukan aksi massa, itu nantinya malah akan menimbulkan pandangan buruk di masyarakat karena yang datang sedikit dan massa kurang.” ucap Karni. 


Foto: Tim BPPM Kliring


Pemilihan tempat di monumen patung Peta Indonesia UPNVYK juga tidak sembarang pilih. Menurut Karni, monumen ini adalah tempat yang cocok dengan tema yang dibawa. “Ya, karena tadi aku jelasin kalau kita bawa tema, ‘matinya demokrasi di Indonesia’, ya kami rasa patung peta indonesia ini merupakan representasi negara kita sendiri di lingkungan kampus, seperti itu” kata Karni. 


Karni mengatakan bahwa, KM UPNVYK sendiri juga sudah menyiapkan kajian-kajian atau saran kebijakan yang nantinya akan diajukan untuk audiensi ke pemerintah. Karni juga mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan jika KM UPNVYK akan mengantarkan kajian-kajian ini dengan aksi massa yang banyak atau dengan bantuan perantara dosen-dosen yang ahli pada bidangnya.


Tetapi pada pertimbangannya tadi karena sudah banyak mahasiswa yang pulang kampung, maka untuk saat ini Karni bilang belum ada ajakan maupun himbauan untuk ikut aliansi manapun terkait untuk turun ke jalan. “Jadi ketika memang kita rasa kita sanggup baru kita akan turun ke jalan” Jelas Karni.


“Semoga hari ini yang kita lakukan dapat menyadarkan banyak orang bahwasanya negara kita tidak sedang baik-baik saja” tutup Karni.


Penulis: Khonsa Nuur Husna

Editor: Kamila Nanda Shafitri dan Rafi’ Irfan Aulia Darojat 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama